Selasa, 10 Agustus 2010

Saya si penjahat



Saya adalah orang jahat, dan saya bejat, saya patut dihujat,

Dan saya menjalaninya selama ini...dimulai dari saya bukan anak penurut yang ngga bisa banyak nuntut, saya membentuk estafet pertama dengan landasan tahu diri, seringkali saya muak, dan saat saya muak saya mulai bereksperimen dengan kebejatan saya, saya berpetualang... saya bilang, tapi semua itu tak sesuai dengan norma, i was being ngga normatif !

saya tahu, itu kenapa saya bisa menjabarkannya sekarang. Saya ingat ingat betapa bejatnya saya, saya suka sekali terbang, awalnya saya suka yang ringan ringan, lalu saya coba yang lebih dalam, terbangnya makin senang...aromanya makin sedap...dan saya kembali pulang, kembali melakukan semua aktivitas, masak air, cuci piring, setrika, cuci baju, bikin perkedel, bersihin tai kucing, kasih makan kucing, dengerin musik di radio butut milik paman saya yang baik hati, bikin kopi, sholat...baca Al Qur'an ngga tamat tamat, atau sekedar baca tasrif dan berusaha mengerti tulisan tulisan indah itu, kadang iseng saya baca buku tata negara anak SMU, atau sekedar menyesaikan PR akutansi dan neraca lajur yang ruwet itu, lalu bersosialisasi dengan karang taruna, liat mereka main bilyard di rumah kosong di Blok Kenanga, atau liat mereka main basket di Blok Teratai, minta sumbangan keliling komplek, ikut pengajian remaja, dan beli sate buat orang rumah...sebelum tidur...ngumpet ngumpet terbang lagi...tapi yang ringan ringan...besok paginya beli sarapan, cuci piring lagi, jagain keponakan, sekolah dan terbang lagi...terbang yang bikin senang...dan stempel bejat menghujat di jidat saya...

Lalu saya dihujat dan tetap dihujat bukan karena saya bejat, tapi karena saya teriak teriak, dan saya pergi, saya terbang lagi, terbang makin tinggi, makin banyak kesempatan, saya makin bejat, bejat dan akhirnya minggat...

Dan saya semakin bejat, saya ngga normatif, saya bukan cuma terbang, saya pergi ke hutan...hutan pinggir jalan, saya senang senang...dan saya mencari uang biar ngga punya hutang dan saya tetap senang...dan saya pergi jalan jalan, melihat kehidupan pinggir jalan, musik bukan lagi dari radio butut milik paman saya yang baik hati, musik menjadi teramat keras dan riuh, saya tidak lagi dihujat waktu saya teriak teriak, saya punya uang...tidak ada lagi yang menghalang...

Dan saya difungsikan, saya dijadikan sukarelawan, saya ngga bisa melawan, lagi lagi saya di jejalkan asas tahu diri atau mati, saya benar benar di fungsikan, tapi saya tidak bisa melawan, mereka bilang itu kawan...saya tidak boleh melawan, saya harus rela difungsikan, mereka terus menunjuk muka saya dan memaksa saya mengiyakan itu adalah kawan...dia hebat saya bejat dia malaikat...seperti itu mantranya...

Saya teriak teriak lagi, saya muntahkan kelelahan saya, saya kehabisan tenaga menjadi sukarelawan, saya kehilangan kaki saya, saya kehilangan muka saya, saya kehilangan otak saya, dan dia bilang saya tetap harus menyelamatkan image dia, saya ngga boleh memporak porandakan keuntungan si malaikat, saya bilang "hey malaikat, kalau memang benar kamu malaikat, bisakah kamu menjadi malaikat pencabut nyawa dan musnahkan saja saya..."

Dan saya terhenyak, saya terbangun di kasur empuk ruangan ber AC semi apartment teman kerja saya, matahari mulai beranjak tinggi, saya harus kembali ke kamar kecil yang mulai bau busuk bak penjara, tembok corat coret menambah busuk suasana, tapi disana tempat saya teriak, teman kerja saya menunggu di mobilnya di depan gang tempat kamar bau busuk ini berada, saya membuka lemari yang masih harum laundry, saya memilah baju yang berantakan dan menumpuk dengan baju dia, dia yang sekarang entah kemana...

Si hebat...bak malaikat...dia merasa ditelanjangi oleh seonggok tulisan, lalu bagaimana dengan saya yang dia rampas harga dirinya setiap pertemuan, dari perkataan, cacian, makian, ledekan, rampasan, sampai jadi sukarelawan, sekali bejat tetap bejat, dia malaikat penghujat dengan sejuta umat..

Saya menyediakan bahu untuk kamu menangis, lantas kamu ?



Saya menyediakan bahu untuk kamu menangis namun apa yang kamu lakukan saat saya menangis, kamu beri saya kertas tissue yang kamu basahi dengan racun tikus, terima kasih kawan, that was so sweet bout ouch ! also hurt.

Satu hal yang saya lupa setiap kali saya merasa benar, yaitu perasaan orang !, dan saya melontarkan pertanyaan itu padanya, namun dia tak bergeming, dia tetap merasa dia yang terbaik dari segalanya, malah akting berikutnya dia buat mengiba iba dia mengalah kali ini asal saya bahagia katanya, sakit kah dia ?

Saya mulai rancu sebenernya saya yang sakit jiwa atau dia yang terlalu baik hati ? namun mengapa sebuah kebaikan terasa seperti sebuah pengkhianatan ? dan sudah berlangsung berapa lamakah itu ? dan dia akan menjawab lagi, akan lebih baik bila dibicarakan langsung bukan di jelek jelekan...jelek jelekan ? bukankah itu artinya saya menyatakan sebuah hal yang baik terlihat buruk ? Tuhan saya semakin mumet dibuatnya bukankan selama ini saya tetap terlihat bejat sehingga dia terlihat hebat ? kenapa dia merasa saya menjelek jelekan dia ? bukankah saya menulis sebuah kenyataan ? atau dia tidak sadar ? apakah menurut dia perbuatan-perbuatan yang saya cantumkan itu perilaku malaikat ?

kini saya berfikir tentang kebejatan saya...mencantumkan perbuatannya...itu adalah kebejatan saya, sementara yang saya cantumkan kemarin...mungkin menurutnya prilaku malaikat, yang buat saya makin bingung, waktu dia bilang "sebaiknya dibicarakan" lantas apa yang diperbuatnya kemarin ? menurut saya itu sama sekali bukan bentuk "dibicarakan", menganggap tidak ada yang salah dengan dirinya dan menempatkan saya di posisi si bejat lagi, lantas apa yang perlu dibicarakan bila hasilnya masih tetap begitu "saya si bejat-dia si hebat" membicarakan agar dia mendapat pengakuan ? maaf, rasanya saya sudah kehabisan energy dan waktu untuk hal "selamatkan image" macam begitu, saya lebih sibuk menyelamatkan hidup saya ketimbang membantunya menyelamatkan image dia ? berapa kali saya melakukannya ? menyelamatkan image nya ? membantunya membuat opini publik bahwa saya bejat dia hebat ? saya lelah...sumpah !

Saya menghela nafas panjang dan berat saat menuliskan ini, seorang teman baru saja memberi ide untuk saya mendapatkan a new circle of friend, i'm not looking for predators anymore, dari yang tidak tahu terima kasih, sampai si perampas yang selalu merasa semua orang sirik padanya, dan the drama queen, geez...its not easy for me, really...

Dan teman lain memberi inpirasi lebih baik jadi demang saja, kita export lagi semua hasil bumi indonesia lalu meraup keuntungan untuk diri sendiri, itu lebih baik, sekalian jadi pembantai, bantai semua orang di Indonesia dan membuka lahan baru untuk manusia manusia baru...

Satu kesimpulan, semua seakan berlomba lomba menyelamatkan diri, itu bedanya manusia dan binatang, saat binatang terancam jiwanya, ia akan berlari sekencang kencangnya menyelamatkan diri, tapi bila manusia terancam jiwanya sebelum dia lari sekencang kencangnya untuk menyelamatkan diri dia akan mendorong orang disebelahnya untuk dijadikan tumbal terlebih dahulu biar dia bisa lebih cepat lari dan lebih jauh...

Tidak ada etika sama sekali...membuat orang terlihat bejat biar jadi si hebat, sementara yang lainnya tidak bisa mengerti apa arti kata sirik, selalu bilang semua orang sirik padanya, ini yang perlu ditegaskan "sirik adalah saat kamu mendapatkan apa yang orang tidak bisa dapatkan, tapi saat kamu merampas yang orang sudah dapatkan, semua orang tau kamu cuma seonggok maling pecundang"


Dedicated to all predators with the whole shit !

Belajar Ikhlas



Terdorong dari berbagai kekecewaan yang saya hadapi, saatnya saya mulai sadar, ini ujian tengah semester tentang ikhlas, Alloh telah mulai mempercayai saya untuk mempelajari nya di pertengahan usia saya yang mulai lewat seperempat abad ini, saya begitu di nodai banyak kekecewaan oleh orang orang yang saya pikir telah tepat saya jadikan tempat untuk berbagi rezeki saya, tempat untuk berbagi segalanya, ternyata saya salah sasaran, tapi ini justru membawa saya ke pembelajaran berikutnya.

Gaya hidup dan cara berfikir terkadang memaksakan kehendaknya untuk di anggap benar dan lebih baik dari yang lainnya, saya sampai terlampau sarkatis, saya menghujat segala bentuk syair syair penyebar agama yang seharusnya saya bisa terima di bagian yang "tanpa intrik"nya, dalam hal ini, kepentingan individual dan benefit mereka hendaknya saya perlu singkirkan dan lebih memfilter syair syair mereka yang lain yang masih sejalan dengan keyakinan saya, yang mengembangkan pengetahuan saya tentang semua yang perlu saya jalankan selama di dunia, itu saja sebenarnya, dan inti dari semua ini adalah ikhlas...

Yah sebuah ke ikhlasan memang terkadang perlu dibayar mahal, dengan berpeluh keringat dan hujatan syetan, pelan pelan saya merangkak kembali ke jalan Alloh, saya percaya itu, Alloh tidak menciptakan saya dalam kegelapan dengan menjadikan saya fans hujatan bahasa syaitan, ini hanya cara Alloh membuka kembali jalan untuk saya lebih ikhlas kembali padaNya...

Keyakinan saya beragama, dan memuja kepercayaan menjadi modal saya yang tetap mengingatkan saya untuk kembali padaNya saat saya telah begitu menyimpang dari sebelumnya, modal kepercayaan saya yang kental dan tak tergoyahkan oleh bentuk hasutan apapun Alhamdulillah tetap tercengkram kuat meski raga senantiasa menyenandungkan bait bait syetan, bergaul dengan paham syetan, dan menggemari hujatan hujatan syetan, namun yah... semua itu jugalah yang akhirnya membuat saya kembali berfikir bahwa penyelewengan langkah saya telah terlampau jauh...saatnya saya kembali.

Saya tahu Alloh tak pernah menganggap terlambat kapanpun umatnya ingin bertobat, Alloh mungkin membuka jalan untuk saya memilih dan saya telah memilih jalan yang salah, jalan syetan...yang notabene memang selalu lebih menggiurkan, gaya hidup, penyelewengan ideologi, tapi maaf pak ustadz yang ceramah di kawinan teman saya malam minggu kemarin, saya tetap tidak bisa mengamini saat anda mengibaratkan sakinah adalah seumpama ayam di potong lehernya dan saat ayam itu benar benar mati itulah sakinah, dalam hal ini saya lebih menghendaki perumpamaan yang lebih indah tentang sakinah untuk bisa saya pahami...dan yah terkadang cara penyampaian macam begitu yang membuat saya enggan mendengarkan syair syair yang seharusnya indah dan bersumber dari falsafah Rasulullah SAW.

Saya baru menyadari, selama ini saya mencari pembenaran di kelompok yang salah, kelompok picisan yang menganggap kebanggaan diri adalah segalanya, seandainya kemarin saya sisihkan uang yang saya bagi dengan mereka untuk anak yatim dan terlantar Insya Alloh akan lebih berguna dan rasanya tak akan sesakit ini...tapi Alhamdulillah...ini membuat saya semakin percaya pada Alloh SWT, praduga akan pendapat yang nyaris menjadikan saya syirik, kebiasaan sehari hari kafir yang mulai mencari pembenaran, Naudzubillahimindzalik...saya benar benar menyimpang terlalu jauh...saya benar benar perlu berdzikir kembali untuk mensucikan segala penyimpangan yang hinggap dari kelompok syaitan itu...

Rabu, 23 Juni 2010

Being what i hate


I hate the most important things in my head, dan aku hanya ingin menghempaskan segala yang tertanam disana, mimpi, dunia, dan segala rasa yang membuatku menduakan realita, realita tak pernah memberiku sebuah pilihan yang menguntungkan, aku har
us beranjak tertatih untuk menggapai segalanya sampai perih, bahkan disaat aku tak inginkan pilu, disaat aku begitu lelah dengan segala masalah,dan tak ingin lagi membuat ulah

Pertanyaan pertanyaan untuk apa aku disini, dengan segala pekerjaan rutin ini, dengan rencana sekolah lagi ini, dengan segalanya yang ada dalam mimpi, dan membandingkan dengan ambisi orang orang disekitarku, whats yours ? whats yours ? seperti semua manusia membutuhkan mimpi padahal mereka hidup dalam realita, dalam sebuah dunia yang tak kunjung membuat mimpi menjadi nyata, tidak secara logika, hanya orang orang yang menganggap dirinya sempurna, dengan segala cara mampu menempuhnya, dengan segala materi yang mereka punya, yang tidak semua orang punya...

Dan aku adalah bagian dari mereka yang nyaris tak nyata, aku senang berada dalam dunia ku sendiri, namun juga menjadi bagian dari ambisi, dan segala tek tek bengek yang mampir di separuh otakku, yang terkadang indah, atau hanya iklan komersial yang membangkitkan arogan ku, atau yang kelamaan menjadi sampah, perkara yang tidak mudah, yang inginnya tak pernah diciptakan saja, karea aku tak bisa meraihnya...tak pernah bisa...bahkan di tempat aku berdiri sekarang ini...

Jumat, 18 Juni 2010

Just Friend !



aku menulis ini untuk kamu teman, mantan, dan semua peran yang senantiasa mencipta cerita, begitu indah dan bahkan saat patah...
Kemelut di jiwa terkadang menghampakan segalanya saat aku terbangun dalam realita yang membuatku merasa ada sesuatu yang tiada, dalam kesempurnaan yang ada aku begitu menjadikan diriku objek kecewa, untuk hal hal yang tak sempurna yang tak semua orang bisa, atau sebenarnya hanya aku yang ngga mampu mewujudkan sempurna itu, melafalkan kata sempurna yang lama lama terdengar tabu, well hey ! bukankah tak ada yang tercipta sempurna di dunia ? lantas mengapa setiap motivasi selalu menginginkan sempurna, bukankah perfectionist itu bertele tele dan tidak efisien ?

Dan lagi, aku terbangun di realita saat menjawab segala hal yang kuanggap penting tapi buang banyak waktu, energy dan materi...menghela nafas sepanjang panjang nya, untuk sebuah bahagia, merasakan begitu aku, the real me...itu begitu tak terbayar...meski banyak hal yang terpatah karena bahagia itu, dan akupun lalu tersadar untuk tidak bersikap se egois itu karena kenyataan tidak memberi pilihan dan tak kan pernah...

Friend with benefits...there must be some people act like they were good but they are not...masih ngerasa benar meski berprilaku selayaknya anjing kurap, makan teman.. ups ! ungkapan makan teman itu kadang mengingatkanku pada konotasi lain dengan bunyi serupa, i'm not on the part of makan teman to be kind of friend with benefits, i was the other one, aku "makan teman" cause i'm in love with teman most of all...i know that was stupid...but sometime, teman yang terlalu nyaman is always make me in love with them...geez...i know its not good !

Dan yah...aku terbangun lagi dan dicekoki hal hal yang buat ku tak nyaman, kadang aku hanya ingin dalam mimpi saja...pergi ke awan, bersama teman yang menawan dan bikin aku nyaman, tergiur untuk kembali "makan teman" shit ! i'm not supposed to think about that old game, no more...but makan teman was so fun...

Dan kadang realita buatku muak, bosan karena aku ngga bisa jadi aku, ngga pernah cukup, ngga pernah nyaman, selalu ingin mengulang segala petualangan walau dengan pengorbanan, tapi menjadi egois itu membuatku benar benar mengenali aku, aku bisa jadi aku yang ngga perduli orang mengerti atau enggak, aku hanya tinggal mencari pembenaran dengan ungkapan " well, baby...ngga ada yang sempurna kan ? and so am i"

And on my selected mantan, kecuali uQ you're not even invited here, sorry dude cause you were suck ! not even on my list...all my mantan kecuali a shit mentioned...were so fun and again, when i was being with them i feel like i am real me...mostly when i know they were also remember all the small things we've done...ada reaksi tersendiri di otakku untuk menarik seutas senyum secara otomatis, but i know...people change ! meski aku mencoba balik lagi ke tempat dulu dan bertemu kembali dengan orang yang terlibat di dalamnya, moment yang bikin jantung kebat kebit dulu ngga bakal keulang, it's for sure...seorang teman ngajak gambling and asking "what if malah jadi lebih indah dari dulu ....?" ooo...kemungkinan itu terlalu tipis, teman !

Dan mencintai teman i don't think it's a crime, dan mengingat mantan, that was a part of my life...they were there anyway...dan tersimpan sebagai bagian dari aku saat benar benar menjadi aku...dan aku benci saat realita membangunkan ku dari mimpi yang begitu selfish, mimpi seperti aku ingin menghabiskan 2 juta di salon sementara besok aku minta makan sama teman...egois bukan...?



Petitenget, 19 june 2010
thanks to teman yang menawan...

Minggu, 13 Juni 2010

Selamat ulang tahun penulisku...


Aku mencintai aku,
Aku begitu bangga terhadap aku
Aku merasa beruntung menjadi aku
Aku begitu senang dengan hidup aku

Aku begitu aku
Aku...begitulah egonya aku
Aku...bahkan mengucapkan selamat ulang tahun untuk aku
Dan aku...cukup bahagia dengan semua miliku...

Aku begitu inginnya menjadi orang lain
Aku begitu inginnya menjadi orang di depanku
Aku begitu inginnya menjadi seberuntung teman kerjaku
Aku begitu inginnya menjadi masa lalu kakakku

Aku selalu ingin menjadi sesuatu
Aku selalu ingin memiliki sesuatu
Aku selalu ingin membuat sesuatu
Aku selalu ingin sesuatu...

Dan aku masih disini
Dengan semua milikku
Dengan pekerjaanku
Dengan teman temanku
Dengan kekasihku yang masih itu...

Terima kasih teman temanku
Terima kasih ibu
Terima kasih kekasihku
Terima kasih kakakku yang gemar memukuliku

Kamis, 27 Mei 2010

Menjadi sempurna for the next game...


Lucky i'm in love with my best friend...dan senandung itupun berdengung di hatiku, akupun tersenyum sendiri mengingat telah berapa kali aku menyenandungkannya untuk laki laki yang berbeda, dulu itu siasat...bila aku menyukai laki laki lucu yang tiba tiba kulihat di lingkungan sekitar ku, aku akan menjadikannya obsesi baru, bila kebetulan dia bersinggungan dengan duniaku maka aku akan menjadikannya seorang teman dan akhirnya sahabat...agar aku bisa lebih intens mengenalnya, mengetahui dan menganalisa pribadi nya dan apa saja yang dia suka dan dia tidak suka, sampai akhirnya seringkali ketertarikanku pada laki laki itu berangsur memudar seiring berjalannya persahabatan kami, yah aku suka bersahabat, berteman kental, walau seringkali aku juga dibuat kecewa oleh mereka...it's a part of life then...

Dan kembali ke my best friend beloved...in loving memory...they were always there...but you know what, when we first met and get them on this inspiration that was so nice and its feel like a new wonderland in my world, dan aku menyukai moment seperti itu karena yah..it makes my world better...siapa sih yang ngga merasakan indah saat jatuh cinta, walau apapun alasannya, entah sekedar melarikan diri dari kenyataan yang tak bersahabat atau hendak sekedar menghela nafas di tengah penat hidup di bawah tekanan, apapun alasannya, itu bukan sekedar pelampiasan, sama halnya seperti melukis, photography, belanja,buat ku itu adalah a part of my wonderland yang ku cipta demi untuk membuat hidupku lebih berwarna and i did it...i feels like i don't need to stay on the skema yang sudah ada, yang mesti di ikuti kalau mau aman...tentunya aku ingin realitaku lurus lurus saja...dan hal seperti ini bagiku merupakan sebuah penyimpangan yang menyenangkan...seperti break sejenak...beresiko...tapi itu begitu aku...dan begitu bisa kunikmati...

Dan yah kendati pada akhirnya aku akan menemukan fakta dia hanya seorang laki laki norak berselera rendah atau laki laki banyak bicara yang tidak berhati hati pada setiap pernyataannya sehingga tidak pernah terealisasi apa yang selalu diucapkannya atau lebih singkatnya pengumbar omong kosong, tapi berada di situasi menyukainya dan bergetar setiap kali di dekatnya itu adalah sensasi di luar wajah yang kadang tidak terlalu menarik atau gaya yang bahkan ngga nyentrik, segala sesuatu yang berbentuk fisik tak pernah lebih baik dari yang lainnya, itu kenapa aku tidak pernah tertarik dengan kemasan, aku lebih mudah tertarik saat aku telah sejam dua jam memperhatikan sikap seseorang yang dalam hal ini akan menjadi my next wonderland, dan yah...memperhatikannya dan setiap perubahannya adalah tontonan menarik, setiap episodenya akan merubah pandanganku terhadap dia, let say...hari ini dia terlihat sempurna saat dia bicara tentang pekerjaannya ditambah style berpakaiannya saat bekerja begitu terlihat matching dan professional, atau kaos polo nya yang seharga 500.000 rupiah itu pun terlihat lebih matching dengan materi pembicaraannya hari ini...dan aku akan memberi 5 bintang untuk moodku seharian itu bersamanya, lalu hari berikutnya dia akan membicarakan tentang SPG salah satu produk celana jeans seharga 70ribuan yang notabene di gandrungi costumer di kelas mbak mbak buruh pabrik, maka aku akan memberinya 1 bintang untuk selera rendahnya...dan hari hari berikutnya apapun yang dia bicarakan atau sikap yang dia tunjukan akan membubuhkan rate sendiri untuk performance nya setiap hari, itu kenapa aku bilang...aku gemar memperhatikan setiap perubahannya...bukan perhatian selayaknya kasih sayang...tapi menimbang nimbang apakah aku akan tetap menggemarinya atau tidak...itu kuis, baby...! and i love this game...

Dan yah bagiku ini seperti belanja, aku akan meminta saran, memperhatikan, bila sempat mencobanya, pas atau tidak “ukurannya” maaf this one is out of the record…whatever..aku hanya mencoba menyamakannya serupa belanja, dan hal hal lain yang perlu kupertimbangkan sebelum akhirnya aku membeli untuk dapat memilikinya…ini seperti transaksi bagiku..deal or no deal…dan tentunya untuk menjadikannya sebuah transaksi aku benar benar perlu menimbang lebih dalam dan bertanya pada hatiku, perlukah dia ? bila “dia” mulai sangat merepotkan dan malah menjadi hal yang ngga penting maaf baby…saatnya kau di coret dari list dan akupun akan menaruhnya di list diskualifikasi ku…alias ilfeel…seperti yang terjadi setahun yang lalu, aku benar benar menghabiskan banyak energy dan materi untuk pembuktian itu, dan hanya dalam 1 bulan saja ia sudah benar benar kurasa tak berguna dan akhirnya ku kembalikan pada habitatnya…ini seperti membeli hewan liar…cause sorry baby…I always feels like you were so wild and not easy…that was you gentleman…jangan salahkan para perempuan yang melihat kalian bak hewan liar, cause you are !

So untuk menjadikannya sempurna, terkadang 5 tahunpun terasa kurang, yah…kurang ganteng kek, kurang usaha kek, whatever…its always unperfect…karena perempuan jaman sekarang sudah lebih selektif dengan pilihannya karena mereka tahu konsekwensiannya, perempuan bukan lagi penunggu laki laki tidak waras dengan banyak uang yang berfikir untuk banyak kawin, perempuan jaman sekarang bukan lagi pendukung polygamy, well you must start to becarefull gentleman karena emansipasi sudah merambah ke polyandry…saat ini perempuan anti polygamy bukan lantaran memihak monogamy, tapi karena mereka mau polyandry…lihat saja…seorang perempuan yang baru bercerai sekarang ini akan lebih dulu kawin lagi ketimbang mantan suaminya, dalam banyak hal laki laki sudah sering ketinggalan, dan sorry baby…khususnya untuk para laki laki pemburu istri solehah yang mau di polygamy dan mengamini saat sosialisasinya dibatasi suami ngga tau diri, hendaknya mulai berfikir karena stock perempuan semacam itu kini hanya berada di kisaran usia 45tahuan ke atas…mereka yang masih samar samar mengenal cerita tentang R.A Kartini…dan perempuan sekarang, kebanyakan lebih memilih jadi artis atau pegawai pabrik untuk bisa menentukan pilihannya sendiri tanpa harus berada dalam skema ortodok yang dipaksa jadi tradisi dan bahkan kodrat-that was the biggest joke when gentleman using kodrat untuk pembenaran ke egoisan mereka- dan yah saya tertawa sejadi jadinya waktu seorang laki laki yang terlihat menggunakan dengan sangat lengkap atribut ibadahnya berkata tentang”kodratnya perempuan itu memasak dan mengurus suami di rumah, ngga perlu kemana mana, bahkan disaat bapaknya sekaratpun kalau belum dapat izin suami dia tidak boleh pergi menengok bapaknya” geez…saya bergidik mendengarnya, sayapun memeluk keyakinan serupa dengannya tapi saya tidak akan membuat pemeluk keyakinan lain beranggapan bahwa keyakinan saya begitu extreme dengan membuat pernyataan itu, ngga heran bila banyak buku yang saya baca menganggap keyakinan saya menghancurkan budaya, karena mereka mendapatkannya dari pernyataan pernyataan tak bertanggungjawab seperti itu…come on…kodrat is perbedaan antara vagina dan penis, melahirkan serta menyusui, dan memproduksi sperma, memasak…it’s a biggest joke to be a kodrat, bagaimana dengan para chef dunia yang sebagian besar laki laki apakah mereka melanggar kodrat ? dan apakah dalam pernyataan nya yang seringkali mengkambinghitamkan keyakinan dalam hal ini tentang pembatasan sosialisasi perempuan, pernahkah si pembuat pernyataan itu berfikir, Tuhan selalu menyimpan misteri dalam memberi takdir dan rezeki, lalu bagaimana bila si pria di takdirkan bangkrut, dipecat, cacat, atau apapun yang membuatnya tidak sanggup menafkahi, bila si perempuan di batasi sosialisasinya sehingga kemungkinan menyelamatkan ekonomi keluarga terhapus karena pembatasan tsb, lalu si pembuat pernyataan sial dangkalan itu akan menganggap takdir bila mereka harus mengemis ? bukankah itu pemahaman yang bahkan anak TKpun enggan memahaminya ? come on…gentleman…standard edukasi sudah meningkat di jaman ini…open your mind…betah tinggal di lubang kakus ?

Dan pemahaman seperti itulah yang terus menghantuiku dalam permainan ini, awalnya ini memang sebuah permainan, fling flirting apapun namanya…tapi pada akhirnya aku harus mendapatkan pemenang, dan mencari pemenang dalam bayang bayang pemahaman jahiliyah yang masih dilestarikan macam begitu…lagi lagi aku bergidik…walau si calon pemenangnya lebih beradab dan membuka fikirannya, tapi bagaimana bila orang tua dan keluarga nya masih betah hidup di lubang kakus dengan pemahaman feodal dinosaurus macam begitu ? pada akhirnya dengan alas an menghargai orang tua, berbakti pada orang tua, lama lama aku harus menyimpang dari idealisku dan ikut ikutan dalam skema sekumpulan orang orang gila ? oohhh…kini permainan favoriteku itupun lagi lagi ngga bisa jadi top rate karena aku terus bergidik bila harus masuk mesin waktu dan kembali jadi makhluk di jaman es…tidaaaaaaakkkk…aku harus membangun wonderland baru…apa lagi yah yang bisa kujadikan playground…? Dan kedua tandukpun tumbuh di kepala dengan seringai taring yang mulai timbul di sela tawa ala mak lampir kesiangan…bring me to the next game…