Selasa, 24 Agustus 2010

Mengaktivkan akal sehat


Terkadang saat kita menerima jasa orang lain, kita akan selalu mengingatnya dan berusaha membalasnya entah itu karena merasa hutang jasa atau biar hutang jasanya lunas, yang tanpa sadar ternyata apa yang telah kita lakukan karena perasaan berhutang itu justru sudah lebih banyak daripada jasa yang pernah di hutangkan, bila saja bisa di nominalkan bisa dibilang sudah impas tuh hutang...namun entah mengapa saat si pemberi jasa menyakiti kita, kita akan berlagak ikhlas dengan rumusan “bagaimanapun dia sudah hutang jasa sama kita”, sekarang pertanyaannya apakah si pemberi hutang itupun selama ini merasa bahwa apa telah kita lakukan buat diapun setelah dia memberikan hutang jasa sebenarnya adalah cicilan pembayaran hutang jasa itu ? dengan bantuan bantuan kecil dan rutin bahkan mungkin ada juga bantuan yang setimpal yang telah kita lakukan dengan jasa yang dia berikan sebelumnya, apakah si pemberi hutang jasa akan tetap selalu merasa dia memberi hutang jasa pada kita tanpa sadar akan bantuan bantuan kita selanjutnya pada dia ?

Secara agama mungkin sudah benar bila kita terus mengingat hutang jasa yang telah diberikan orang lain kepada kita bahkan saat hutang jasa itu telah lunas dan si pemberi hutang jasa itu menyakiti kita, kita tetap harus menahan diri untuk tidak membalasnya dengan rumusan “bagaimanapun dia telah berhutang jasa pada kita”, lalu bagaimana secara psychology ? apakah kita mampu menahan rasa disakiti orang lain lalu ditambah kita menyalahkan diri sendiri yang notabene menyakiti perasaan sendiri, seperti kata AA Gym : sesungguhnya kita lebih hina daripada hinaan orang orang terhadap kita, tapi jujur deh !
siapa yang sanggup menyalahkan diri sendiri sementara orang tengah menghina dan menyakiti kita ?,
bisa bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang untuk merutuki diri sendiri ?,
berapa banyak stresh yang akan tercipta karena meratapi kesalahan sendiri?,
berapa banyak pekerjaan yang terbengkalai karena meratapi keterpurukan ?,
berapa banyak konsentrasi yang hilang karena perasaan depresi yang tak terkendali ?
bukankah itu malah membuat alasan bunuh diri ?
dan mungkinkah agama menginginkan semua berakhir seperti itu karena menyadari bahwa kita lebih hina daripada hinaan yang telah dilontarkan kepada kita ?
Mengapa tidak maafkan dan lupakan ? menurut saya itu jelas lebih ikhlas

Karena perkara pembenahan diri itu akan terjadi secara kimiawi, ngga munafik juga karena sesuai kebutuhan hidup,
seperti misalnya saya akan merasa udah ngga keren lagi pergi ke disko yah saya berhenti pergi ke disko dan saya mulai suka membaca, bukankah itu sebuah bentuk pembenahan diri ?, karena jujur, saya tidak akan berhenti karena nasehat orang lain,
let say : saat orang menasehati saya untuk tidak pindah pindah kerja, nasehatnya hanya akan sampai disitu, tapi bila karena saya mengikuti nasehatnya dan tidak pindah kerja berimbas pada saya tidak punya banyak pengetahuan dan akhirnya perusahaan yang saya pertahankan itu bangkrut lalu saya di PHK dan susah cari kerja lagi, apakah saya bisa kembali ke si penasehat tadi dan minta di cariin kerjaan sama dia ? saya berani bertaruh si penasehat belum tentu bisa siap dengan resiko yang saya tempuh karena mengikuti nasehat dia, itu yang terjadi dalam kenyataan, kawan !

Nah bagaimana dengan nasehat AA Gym untuk menyadari bahwa sesungguhnya saya lebih hina daripada apa yang orang telah hinakan pada saya ?
apa yang akan AA Gym pertanggung jawabkan bila karena saya merasa lebih hina daripada yang telah dihinakan orang lain terhadap saya lantas saya jadi menghabiskan waktu saya untuk merenung dan menangis sepanjang hari hingga hilang konsentrasi untuk bekerja?,
dan akhirnya kehilangan pekerjaan terus saya ngga bisa bayar kostan ?,
terus saya ngga bisa makan ?
sampai mana saya bisa mengamini nasehat orang ?
bukankah saya lebih baik mengaktivkan akal sehat saya ?
Kedengarannya egois, tapi sekarang pertanyaannya,
apakah diantara anda ada yang tidak pernah egois sekalipun dalam hidupnya ?
bagaimana dengan kegiatan polygami itu sendiri ?
bukankah ada yang tersakiti sedemikian dalam karena kegiatan itu ?
lantas mengapa anda masih melakukannya ?
karena egosentris bukan ?

So, impas ! menurut saya, menggunakan akal sehat adalah lebih berguna ketimbang menyalahkan diri sendiri, karena pilihannya cuma dua, menyalahkan atau disalahkan, menyalahkan memang bukan perbuatan terpuji, tapi disalahkan pun akan menjadi alasan untuk bunuh diri, dua dua nya sama dosa, jadi mengapa rumusannya tidak diganti dengan : maafkan dan lupakan, dengan memaafkan kita tidak perlu menyalahkan dan dengan melupakan kita bisa melanjutkan hidup kita, fair enough wasn't ?

Maka dengan ini segala macam jenis hutang budi yang telah saya terima, semaksimal mungkin saya bayar lunas, dan saat mereka yang pernah merasa memberi hutang jasa pada saya kemudian menyakiti saya, itu merupakan episode baru, kawan ! dan sayapun tidak akan merasa bersalah bila melupakannya hanya karena hutang jasa yang telah diberikan, karena saya tidak suka berhutang, itu kenapa saya setelahnya akan membayar segala hutang jasa yang telah diberikan dengan bantuan apapun yang bahkan mereka tak pernah bayangkan sehingga LUNAS ! saya tidak membebani diri saya sendiri dengan ulah mereka di kemudian hari !

Jumat, 20 Agustus 2010

What's on your mind today ?


jika saya lontarkan pertanyaan ini pada orang orang disekitar saya saja, mungkin saja sudah terdapat cetakan list yang cukup panjang dari mereka, beberapa diantaranya mungkin tengah memikirkan apakah puasa saya hari ini syah ? atau bagaimana mendapatkan uang lebih untuk lebaran nanti, atau bahkan ada juga yang masih memikirkan hal yang tidak penting seperti bagaimana caranya mempertahankan pacarnya ? bagaimana caranya kick ass semua orang yang dianggap menghalang halanginya ? what the hell...such a stupid activities wasn't ?

Beberapa waktu yang lalu baru saja saya terlepas dari satu monster yang hobinya cari muka dan fitnah sana sini, sekarang ada monster baru lagi yang hobinya ngerusuhin orang, saya sampai tak habis fikir sebenarnya apa profesinya ? apa kegiatannya ? sebegitu mudahkah hidupnya sehingga mereka punya waktu dan menyempatkan diri untuk membuat kekacauan picisan macam begitu ? sesungguhnya di luar sana ada banyak orang yang di kepalanya di penuhi beban fikiran hanya untuk "bagaimana mencari sesuap nasi" belum lagi bangsa ini yang mulai merenta dan kewalahan menghadapi segala macam permasalahan dari kemacetan jalan raya, musibah banjir, terorisme, penyelewengan pajak, penjualan manusia, hak asasi manusia, perampasan wilayah di perbatasan, perampokan bank dan toko emas, ledakan gas, dan segudang masalah yang bahkan saya sendiripun belum berbuat sesuatu untuk membantu meminimalisnya,

Bahkan untuk diri saya sendiri, orang terdekat saya, almarhum orang tua saya, keluarga saya, apa yang sudah saya lakukan untuk mereka ? tidak ada ! bagaimana mungkin saya bisa berbuat sesuatu untuk negeri ini ? menghujat bukanlah menyelesaikan segala kepelikan yang terjadi di muka bumi ini, menghasut, memfitnah, segala macam sikap dan perlakuan terhadap sosialisasi kita, mengapa begitu egoisnya kita menghadapi dunia ini ? menghalalkan segala cara demi kepentingan sendiri, demi enak sendiri ? apa konsekwensinya yang telah kita berikan ?

Bahkan saat kita menjalani ibadah, kita masih berfikir tentang mengenakan perhiasan agar terlihat cantik, mengenakan rukuh rancangan perancang terkenal agar terlihat indah, menyumbang sebesar besarnya agar terlihat hebat...naudzubillahimindzalik, bukankah Islam telah mengajarkan kepada kita bahkan tangan kiri kita sendiripun tidak diperkenankan mengetahui apa yang telah diberikan oleh tangan kanan kita ? dan dalam kepercayaan Hindu pada Sarasamuscaya.3 di sebutkan disana "diantara semua makhluk hidup, hanya yang dilahirkan manusia sajalah, yang dapat melaksanakan perbuatan baik atau buruk, leburlah ke dalam perbuatan baik, segala perbuatan yang buruk itu, demikianlah gunanya menjadi manusia" lalu telahkah kita berguna sebagai manusia ?

Saya terpuruk mengingat semua hujatan yang telah saya lontarkan selama ini, memaki petinggi negeri yang mengabaikan generasi generasi berprestasi demi keuntungan pribadi, pengabaian anak negeri yang terbunuh di negeri orang, dan semua yang saya lihat dan dengar, saya hanya menghujat dan menghujat melontarkan kata kata kasar sesuka hati, dan saat saya bertanya pada diri saya sendiri, lantas apa yang sudah saya lakukan untuk menghentikan mereka ? apa yang sudah saya lakukan untuk bangsa ini ? apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain ? punya hak apa saya menghujat bila saya tidak pernah memberikan apapun untuk orang lain ?

Betapa saya sadari sebenarnya hujatan saya itu hanya untuk saya sendiri, sebelum saya memaki orang lain, sebelum saya membenahi orang lain, harusnya saya membenahi diri saya sendiri dulu, apakah hal ini terfikir di benak para monster itu ? mereka mempunyai keturunan...apakah hanya akan mencipta monster baru dengan berprilaku seperti itu ? well, ok ! saya berhenti sampai disini, anggap saja mereka manusia, mereka hanya tidak memiliki skala prioritas dalam hidupnya, apa yang lebih penting ? sebelum mereka memutuskan untuk mengganggu ketenangan hidup orang lain...

Kembali dengan mantra...maafkan dan musnahkan...maaf ! maksud saya maafkan dan lupakan...semoga saya tak lagi gemar menghujat !

Senin, 16 Agustus 2010

Summer Day


Every little thing that I felt that day
Never will forget, there was love in the air
I wasn't looking for love to come my way
Ooh baby baby but then I saw you there

That Summer day that I recall
You came into my life
And you gave me hope and love
I just want to be where you want me to
That Summer day that changed it all
You came into my life
And you let me fall in love
My baby I just want to be with you

I just want to let it shine
I just want to let it shine
I just want to let it shine

Did you ever think you knew everything?
Did you ever think you had it all figured out?
Ooh baby baby
You know things can change
But someone (?)

That Summer day that I recall
You came into my life
And you gave me hope and love
I just want to be where you want me to
That Summer day that changed it all
You came into my life
And you let me fall in love
My baby I just want to be with you

Can you hear me, baby?
When I say I'm for you
I knew we could make it
The moment you came into my life
Don't you know that you keep me (?)

That Summer day that I recall
You came into my life
And you gave me hope and love
I just want to be where you want me to
That Summer day that changed it all
You came into my life
And you let me fall in love
My baby I just want to be with you

And I'm gonna let it shine
Yeah, I'm gonna let it shine
Yes, I'm gonna let it shine

I just want to let it shine
I just want to let it shine

Selasa, 10 Agustus 2010

The Center Stage



I was thinking so hard to really understand about all the things in this world but i was stuck and speechless and really cannot get the result why and always that question coming and playing in my head : but why ? but why ? but why ? the nearest thing is a friend ship between woman, i don't know how about man and man, but so far man and women friendship was easier and far from intrigue, but when women whatever she was act so masculine, but they were still women who still falling love with a man, so they were never be like a man, they only wear all the mans clothes to make them comfort but they can't be the man and women friendship which is more easier,

From a kid until now i always have a two kind of friend, the masculine one we use to call "tomboy" in indonesian, and the girlie one, they must be a kind of different and i always have a problem if i need to go with both of them, so sometimes i always make an option on my schedule, if i wan't to go with my masculine one, i prefer don't go with the girlie one, and i made it, i never on between cause it would be not so easy to do. And how about me ? i was not so masculine, i'm poor on technical things, i don't even ride a motorbike and drive a car, i would be stress if i have to play an extreme sport or game, but i'm not also that girlie one, i don't do make up, i don't wearing dress much, and i also only wear a high heels in the 3 of first week working day, i prefer my self on causal, simple, but eye catching sometime, anyway !

And yeah back to the friendship, i was so confusing with all my girl friends, they were sometimes so nice and fun, but in the other time, they were always try to be a main stage, and i keep have a question "why?" cause they can just throw me as far as they want, when they really need to be a center stage for some reason i never know...i though they were my friends as i always try to do the best, maybe a lot of time they feel they were spending their money too much for me but i have already do the hardest things that they can't get from everyone out side...and even i always bring all the moneys back even when they need it or not, unless i didn't owe anythings from them...unbelievable !

And the worst think they can talk about they don't need to talk to someone we both know about the negatives things on me even i don't mean to do or to talk like that, but they were act like a hero when they talk about what i do which is could be a mistake and it was so miserable, I REALLY DON"T UNDERSTAND !!! if they were really friend of mine, they should be know me better cause i was do the same thing even that's true or they really mean when they made a bad things but i would not talk with anyone we both know, or even make any other version to make them more bad than we ever know...but what i don't understand THEY DID IT TO ME...

Please God ! i love to be friend of them, but just give me a reason why...why it's really need to be a center stage and make them forgot that i was be a friend of them as much as i can, why it's so important to be a center stage to make they could throw me as far as they can, i was a friend ! and all i wanted also have a truly friend ! why it's look so difficult for them just to be a honest !



Was so sad with a bad reality of women friendship i had
Petitenget,23 June 2010

PERASAAN



When we talk about feeling it means everythings, means every single things inside your heart, when you were suffer, when we were in pain, when we laugh, when we feel more better, when we kill all the right things and proud to be an evil, whatever it is, that was the feeling.

Perasaan bangga menjadi satu satunya yang boleh bangga, kendati mengorbankan perasaan orang terdekat, perasaan di cinta, di inginkan, di puja, tersakiti, semua tak kan mampu tertampik, seperti seseorang yang serakah yang selalu memiliki perasaan tidak puas pada apa yang telah dimiliki, terus menginjak orang orang yang telah membantunya, terus memaki tanpa henti dengan gerilya bak malaikat pencabut nyawa, halus seakan tanpa dosa, bangga menjadi si penampik, tersetting secara otomatis untuk menuding kebejatannya pada orang lain agar terlihat lebih baik, melempar kesalahan pada orang lain, dalam kata lain "mencari tumbal" demi untuk kepuasaan batinnya sendiri agar merasa dipuja, dicinta, dan pada akhirnya bangga menjadi satu satunya yang bisa bangga...

Dan perasaan klasik lain, saat perasaan indah harus tersembunyi, saat realita tak membolehkan perasaan itu terungkap, saat mencari aman, saat mencari sesuatu yang bisa mengingkannya tanpa perduli bahwa rasa tak sampai dan tak benar benar menginginkannya juga, saat ingin dicinta, padahal tak benar benar cinta, saat rasa mendamba yang tak semestinya sementara kenyataan tidak berada di pihaknya, mendamba, menyimpan cinta selayaknya menyimpan luka, tersayat penampikan sendiri, kali ini sebaliknya bukan demi menjadi bangga, namun untuk bahagia, walau dalam hati saja...

Seorang perempuan yang mengaku memiliki perasaan, memiliki orang tua yang menyayangi dan mengikuti semua keinginannya, bahkan untuk usia awal 30an masih bisa merengek pada orang tua, hobi : menjadi orang yang dipuja, stategy : gerilya, mengorbankan image orang demi menjadi bangga, let call her : Mrs. Drama Queen
She always want to be a main stage, a center stage, all peoples has to look at her as an angel, as the goodies, and all people has to be on her command, say yes for everythings what she wants,
Result : People think she was nothing ! and even her mom said she was out of her mind, she's totaly insane, berakhir dengan : pria yang memerasnya habis habisan...

Perempuan lain yang merasa kehilangan perasaan, seakan tidak memiliki banyak hak dalam hidup, harus berdiri dalam maki, menempuh tujuan dalam caci, di bodohi, memendam cinta pada yang tak pasti, berseteru dengan realita yang merugi, tak benar benar mendapatkan apa yang diinginkan, tapi tak cukup serakah untuk merebutnya dari orang lain seperti Mrs. Drama Queen yang akan mendapatkan apapun dengan cara apapun untuk menjadi bangga, Strategy : want to be oposite of the rules, musuh besar orang orang skematik dan munafiQ, let call her : Miss Poor Idealis, berakhir dengan : di curangi teman dan kekasih bahkan calon mertua, berjuang keras untuk sesuatu yang hanya menyakitinya.

Perempuan bersayap kalelawar yang merasa dirinya sesuci malaikat : Merasa dirinya malaikat karena bersayap padahal yang kerap dia lakukan adalah menghisap sampai darah penghabisan, oportunitis walau bukan pada lahannya, melupakan etika berteman, terobos sana terobos sini, mencuri teman, menghasut agar punya teman, meninggalkan teman saat teman dianggap tidak berguna lagi buatnya, strategy : menempatkan posisi sebagai perempuan yang teraniaya namun berprinsip agar orang menganggap dia tidak bersalah dan perlu dibantu, let call her : Mrs. BatBadGirl, Result : berakhir dengan ambisi terlalu tinggi yang malah digarap lelaki pujaannya yang malah memanfaatkan skillnya untuk dibodohi dan menghasilkan keuntungan untuk si lelaki.

All the womens mentioned are really don't know what they do, what they feel inside ? they are totaly nutz at this moment, mereka bahkan tak mampu menentukan apa yang seharusnya bisa mereka lakukan untuk bertahan hidup, seperti si Mrs. Bat BadGirl yang memiliki ambisi terlalu tinggi sehingga percaya dirinya mampu membubuhkan level sendiri, malah kerap kali terlihat kampungan dan murahan, or Mrs. Drama Queen who has everythings, malah jadi terlihat ngga normal dan berkepribadian ganda, atau si Ms. Poor Idealis, mungkin sampai akhir hayatnya dia hanya membiayai dan bekerja keras untuk orang orang yang mengkhianatinya...

Dan jutaan perempuan lain, dengan berjuta perasaan seperti si solehah yang rela di polygami apa yang ada dibenaknya ? cukup bangga dengan disunting pria beratribut ibadah beristri lebih dari lima ?, si pengejar impian yang lupa diri kehilangan perasaan menjadi diri sendiri, si supermom yang musuhan sama wanita rumahan yang malah jadi bahan rumpi lupa rasanya menjadi ibu, si penafkah keluarga yang rela menjajakan tubuhnya karena keluarganya semua jadi malas dan mengandalkan dirinya,perasaan malu dan terpaksa entah ada dimana, atau si penjaja tubuh demi selembar Guess, Gianni Versace, perasaan ingin menjadi rising star, perempuan ambisius yang ingin ke luar negeri, perasaan yang terlalu berantusias. Perempuan kehilangan identitas yang ingin jadi Lady, dengan merasa seakan hanya dia yang layak diperlakukan sempurna, etcetera etcetera...so many womens out there who loosing her mind and don't know what they do...

So what about you...What do you feel right now ?

Saya mulai berhitung


Saya mulai berhitung...berapa banyak makian yang saya muntahkan, berapa banyak kekecewaan yang saya telan, harusnya saya mulai mengikhlaskan, segala musibah yang melanda seakan bukan lagi cobaan melainkan teguran, mungkin saya kurang beriman, atau memang saya patut dibinasakan, tapi saya percaya masih ada Tuhan, dan Dia selalu memberi saya kesempatan

Berjuta kata umpatan, saya sebarkan, ke kiri dan ke kanan, ke belakang dan ke depan, saya mau dia, kamu dan mereka tahu bahwa saya tidak terima menjadi korban, korban ke sombongan, korban kemunafikan, saya benar benar tak terima semua hinaan, yang menghasut semua orang yang saya kenal untuk menganggap saya tidak tahu aturan, tidak punya perasaan, dan segala hal yang sungguh tidak membuat saya berkenan...

Saya mulai berhitung, reaksi kecewa saya telah berlebihan, seharusnya saya bisa lebih sabar dengan waktu, waktu waktu yang membuat saya terpuruk, waktu muka saya ditunjuk, waktu saya dipaksa untuk terlihat buruk...seharusnya saya malah berdoa, agar Tuhan memperlakukan mereka sebaik Tuhan memperlakukan saya...seharusnya bukan saya yang menyatakan kemarahan saya pada mereka, seharusnya saya berserah pada yang mencipta mereka, mereka ada dengan misi rahasia Tuhan, entah sebagai pelajaran ikhlas saya, sebagai ujian untuk orang tua mereka, atau sebagai bahan pertimbangan kerabatnya, dan entahlah...dan entahlah...seharusnya saya belum menyerah, seharusnya saya tidak marah, seharusnya saya tidak menjadi kloning mereka...

Saya mulai berhitung, berapa banyak kebaikan yang saya buat, saya lupa atau justru saya terlalu ingat sehingga saya dengan mudah tidak merasa bersalah, saya ungkit semua kebaikan yang saya buat sehingga saya merasa sayalah satu satunya malaikat...dan semua orang bejat ! mungkin begitu pulalah yang dirasakan mereka, mereka terlalu bangga dengan amal ibadah mereka, mereka terlalu hafal dengan kebaikan mereka, sehingga mereka lupa dengan satu hal "perasaan orang" yah...saya nyaris seperti mereka yang saya anggap menyakiti saya dan membodohi saya, memanfaatkan saya, dan menjadikan saya bulan bulanan mereka, menjadikan saya mainan agar mereka mendapat pengakuan...bahwa mereka yang paling banyak berbuat kebaikan...seharusnya saya mulai berhitung...saya tak lebih baik dari mereka...bahkan Naudzubillahimindzalik...saya nyaris seperti kloning mereka...

Saya mulai berhitung, berapa banyak proyek masa depan saya, berapa banyak siksa yang akan saya dapat di akhirat, saya benar benar harus mulai berhitung dari sekarang, bukan mendakwa, bukan membuat raport sendiri, seharusnya saya lebih berserah diri pada Illahi, biar Dia yang membuat segala penilaian, sesungguhnya sebuah kebenaran dan kesalahan adalah rahasia Tuhan...

cari apa lagi, kamu kan sudah punya muka, muka saya aja sudah hilang gara gara kamu



Saya kehilangan muka saya demi kamu, lalu kemudian saya kehilangan otak saya mikirin pembenaran yang bisa saya buat untuk kamu, dan akhirnya saya kehilangan kaki saya, dan saya ngga mau nyalahin kamu, anggap lah waktu saya kehilangan muka, karena saya emang ngga pernah punya muka, tapi hey ! saya lagi usaha untuk membuat muka saya sendiri, agar saya ngga perlu cari muka kemana mana, dan otak, selama ini otak saya sibuk dengan proyek masa depan, otak saya jarang muter untuk cari perhatian dimana mana karena saya yakin orang terbaik yang bisa memberikan perhatian penuh terhadap saya yah saya sendiri, dan terakhir kaki saya, untuk membuat kaki saya tetap disini saya mengorbankan segalanya, dari materil, spritiuil, kenyamanan perasaan, sampail objektivitas yang harus beradaptasi dengan peradaban koplak kaki saya, tapi itupun masih sering hilang sewaktu saya nganterin kamu cari stok muka dan perhatian kemana mana...sampai akhirnya benar benar hilang saat saya harus menonton pertunjukan tunggalmu yang berjudul "malaikat bersayap kalelawar"

Dan sumpah saya ngga mau tua disini, membelenggu hidup saya hanya untuk menganalisa kenapa saya gila ? kenapa saya jahat ? kenapa saya ngga tahu diri ? saya lebih konsentrasi memperbaikinya bukan terpuruk karenanya...jadi bisa tolong beri saya waktu untuk itu semua, masalah image kan kamu sudah lebih ahlinya untuk perbaikan macam begitu...kamu bisa membentuk opini publik seperti biasanya kan...dan membuat pertunjukan tunggal lagi sebagai "malaikat pencabut nyawa"

Sudahlah...saya kan lagi proses pembuatan muka baru yang kemarin sempat hilang dan saya ngga punya waktu buat memperdebatkannya, material pembuatan muka baru itu berat, darling ! apalagi kaki saya juga hilang, setiap hari saya harus confirmasi kaki baru dan setiap bulan saya harus mengeluarkan kocek lagi untuk sebuah kaki baru, belum lagi saya harus clean up dan defrag otak saya yang sudah terkontaminasi, itu kenapa kamu bisa hujat saya dan memberi saya nama baru si gila ngga tahu diri atau apalah as you like...tapi maaf untuk proses opini publik itu saya sudah tidak punya waktu berpartisipasi walau sekedar untuk mengamini...saya sudah bilang saya sibuk...

Kamu juga sibuk kan dengan hidupmu, itu kenapa kamu bisa melakukan apa saja sesukamu...sayapun ngga berusaha mengganggu kamu saat itu jadi bisakah kamu anggap saya juga begitu ? saya sibuk dan kamu harus berusaha untuk tidak mengganggu dulu...mulut inipun tetap menggerutu sambil membenahi letak muka baru dan kaki baru dan otak yang perlu di refresh untuk dikembalikan pada tempat semula...

Dilanda lelah yang tak sudah sudah
Petitenget, 12.38 PM, Jully 23' 2010